Proposal Disertasi

Pengajuan Judul:
PENGATURAN PENGELOLAAN PERUSAHAAN UNTUK KESEJAHTERAAN KARYAWAN

Alasan dipilih Judul tersebut diatas :
Mahasiswa sendiri adalah praktisi dalam dunia bisnis, dan selalu memadukan antara teori dalam praktek sehari-hari sehingga melihat betapa para karyawan yang ada di perusahaan-perusahaan yang ada di negara kita ini, merasakan unsecure dalam menghadapi masa depan mereka, seperti yang diketahui bahwa, demand customer/manusia meningkat terus setiap saat, sehingga automatically, demand Perusahaan terhadap karya output karyawan juga harus turut meningkat, alasannya, agar perusahaan dapat survive/exist dipasar, baik dalam berkompetitif dipasar nasional maupun international.

Hal tersebut akan menjadi masalah bagi karyawan yang tidak siap bersaing. Masalah outsourching juga merupakan suatu wadah persaingan di kalangan karyawan, ini semua adalah momok didepan mereka yang harus mereka hadapi. Kondisi negara kita dapat dilihat bahwa gap antara miskin dan kaya meningkat terus. Kita akan bertanya, didalam negara kita yang dipenuhi sumberdaya alam, sumber daya manusia, mengapa hal tersebut bisa terjadi dan bertambah hari bertambah teruk penyakit tersebut.

Apa yang salah dinegara kita ini, apa yang dapat kita lakukan dan seharusnya kita lakukan. Sebagai salah seorang rakyat Indonesia mahasiswa melihat bahwa, banyak upaya yang dapat disumbang oleh perusahaan-perusahaan sebagai pengelola sumberdaya alam dalam menghilangkan gap tersebut.

Jelas bahwa “Saat ini tempo dari perubahan sosial telah sedemikian cepat pada suatu titik dimana asumsi-asumsi yang ada pada saat ini tidak akan sah lagi bahkan dalam beberapa tahun ke depan” . Dalam kata-kata Alvin Toffler (1970:11), “Perubahan telah menyapu melalui negara-negara industri maju dengan gelombang-gelombang dan kecepatan yang amat sangat tinggi serta berdampak yang amat sangat tidak terduga”.

Dalam arti, orang dalam masyarakat moderen terperangkap ke dalam gelombang (maelstrom) perubahan sosial, hidup dalam serangkaian revolusi yang kontras dan saling terkait dalam demografi, urbanisasi, birokratisasi, industrialisasi, sains, transportasi, pertanian, komunikasi, riset biomedis, pendidikan, dan hak asasi manusia. Setiap revolusi ini telah membawa perubahan yang spektakuler dalam serangkaian akibat, dan telah mentransformasi nilai-nilai masyarakat, sikap, perilaku, dan institusi. Disini sangat dibutuhkan kerjasama yang mututal beneficial para pihak terkait (stakeholders).

Secara normatif UUD 1945; UU no. 13/1997 tentang Ketenagakerjaan telah memberikan perhatian terhadap rakyatnya , tetapi akan lebih bijaksana dan lebih pas lagi apabila dalam UU no. 40/2007 tentang Perusahaan, sebagai UU yang langsung menyentuh dengan para pihak yang berwenang dalam membuat kebijaksanaan di perusahaan seharusnya dicantumkan pasal-pasal mengenai hal-hal yang mengarahkan dalam menciptakan masa depan karyawan yang sejahtera, sehingga lebih jelas status masa depan karyawan di negara kita ini, dan mudah-mudahan apa yang tesurat dan tersirat didalam dasar negara kita itu dapat tersentuh, secara bertahap gap antara yang miskin dan yang kaya akan mendekat dan suatu saat akan melekat menjadi satu. Ini hanya suatu impian penulis yang meng-inginkan kehidupan yang Sejahtera untuk kita semua sebagai satu keluarga besar yaitu rakyat Indonesia.

Dukungan teori yang dipergunakan adalah :

  1. Teori utilitas (utilitarisme) yang dipelopori oleh filsuf Inggeris Jeremy Bentham (1748-1832); (the greatest happinest principle);
    Teori ini dapat menjelaskan bahwa manfaat kebijakan yang bagaimana dalam pengelolaan perseroan yang layak diterapkan sehingga dapat menciptakan kesejahteraan pekerja (karyawan) sebagai komunitas yang terbanyak di internal perusahaan dan juga sebagai tiang topang keberadaan suatu perusahaan.
  2. Shareholders; stakeholders theory Milton Friedman.
    Inti ajaran kesadaran kolektif adalah dunia usaha tidak akan sejahtera jika stakeholder (pemangku kepentingan)nya juga tidak sejahtera. Kehidupan bisnis dapat berlangsung dalam jangka panjang jika mampu memberi jawaban kepada kebutuhan masyarakat, terutama tenaga kerja internal perusahaan dan memberi mereka apa yang mereka butuhkan. Teori ini pada dasarnya berangkat dari asumsi bahwa nilai-nilai (values) merupakan faktor yang sangat penting dan secara eksplisit merupakan bagian dari kegiatan bisnis.

 Back to top