Ekologi & Ekosistem

Perkataan Ekologi untuk pertama kali dikenalkan oleh seorang biolog Jerman, ERNST HAECKEL, pada tahun 1869, perkataan ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti rumah atau tempat untuk hidup dan logos yang berarti ilmu.Definisi Ekologi Manusia, menurut Amos H Hawley (1950:67) dikatakan, “Human ecology may be defined, therefore, in terms that have already been used, as the study of the form and the development of the community in human population.” (Ekologi manusia, dengan demikian bisa diartikan, dalam istilah yang biasa digunakan, sebagai studi yang mempelajari bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia).

pengertian “Ekologi Manusia” merujuk pada suatu ilmu (oikos = rumah/tempat tinggal ; logos = ilmu) dan mempelajari interaksi lingkungan dengan manusia sebagai perluasan dari konsep ekologi pada umumnya.

Sekitar tahun 1900, ekologi menjadi suatu bidang biologi tersendiri. Baru pada bagian kedua abad ke-20, perkataan ekologi masuk dalam kamus umum, digunakan dalam berbagai bidang ilmu. Termasuk ilmu ekonomi, sosial, dan hukum.
Dengan pengetahuan dasar diatas, kita dapat menerangkan implikasi setiap kegiatan pada lingkungannya. Sebaliknya lingkungannya sendiri akan mempengaruhi kegiatan.
Hal yang paling penting dari ekologi ialah konsep ekosistem.
Ekosistem ialah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem terbentuk oleh komponen hidup (biotic) dan tak hidup (abiotic) disuatu tempat yang berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Keteraturan ekosistem menunjukkan adanya suatu keseimbangan tertentu dari ekosistem. Dengan konsep ekosistem, kita melihat unsur-unsur dalam lingkungan kita tidak secara terpisah-pisah, melainkan terintegrasi dalam berbagai komponen yang saling terkait dalam suatu sistem. Pendekatan inilah yang disebut pendekatan ekosistem, atau pendekatan holistik.

Bumi sebagai ekosistem besar merupakan sistem pendukung kehidupan manusia (life support system) di planet bumi (spaceship earth), Ekosistem bumi juga disebut sebagai ecosphere atau biosphere tempat makhluk hidup dapat berlangsung.

Para ahli ekologi mengkategorikan elemen-elemen yang membentuk atau yang memberi efek pada sebuah ekosistem menjadi 6 bagian utama berdasarkan para aliran energi dan nutrien yang mengalir pada sistem:
1. Matahari
2. Bahan-bahan abiotik
3. Produsen
4. Konsumen Pertama
5. Konsumen Kedua
6. Pengurai
Contoh : Sebuah ekosistem yang sederhana dapat digambarkan seperti berikut. Matahari menyediakan energi yang hampir dibutuhkan semua produsen untuk membuat makanan. Produsen terdiri dari tanaman-tanaman hijau seperti rumput dan pohon yang membuat makanan melalui proses fotosintesis. Tanaman juga membutuhkan bahan-bahan abiotik seperti air dan pospor untuk tumbuh. Yang termasuk konsumen pertama diantaranya tikus, kelinci, belalang dan binatang pemakan tumbuhan lainnya. Ular, macan dan konsumen kedua lainnya atau yang biasa disebut dengan predator adalah pemakan binatang. Pengurai seperti jamur dan bakteri, menghancurkan tanaman dan binatang yang telah mati menjadi nutrien-nutrien sederhana. Nutrien-nutrien tersebut kembali ke dalam tanah dan digunakan kembali oleh tanaman-tanaman.
Tingkatan-tingkatan energi yang berkesinambungan yang berlangsung dalam bentuk makanan ini disebut rantai makanan. Di dalam sebuah rantai makanan yang sederhana rumput adalah produsen, konsumen pertama seperti kelinci memakan rumput. Kelinci selanjutnya dimakan oleh konsumen kedua misalnya ular atau macan. Bakteri pengurai menghancurkan sisa-sisa rumput yang mati, kelinci, ular, dan macan yang tidak termakan, sama halnya seperti menghancurkan kotoran binatang.

Revolusi industri telah memperlihatkan hal-hal yang menarik. Diantara 1600 sampai dengan 1900, suatu studi memperlihatkan kehilangan satu spesies setiap 4 tahun. Sejak tahun 1900 hingga 1975, jumlah ini bertambah menjadi satu spesies hilang setiap tahun. Pada saat ini diperkirakan oleh para ahli biologi, kegiatan manusia telah membunuh 1 sampai 3 spesies setiap hari.

Sebelumnya manusia hidup tanpa perlu khawatir akan terjadinya gangguan atau bahaya oleh pencemaran udara, pencemaran air, atau pencemaran lingkungan yang dipermasalahkan sekarang, sebab manusia percaya dan yakin akan kemampuan sistem alam untuk menanggulanginya secara alamiah (life sustaining system).

Demikian pula halnya dengan manusia yang hidup diplanet bumi, dipercayai mempunyai daya penyesuaian diri atas perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan pada setiap waktu, tempat, dan keadaan tertentu secara evolusi atas dasar terapan ilmu dan teknologi ciptaannya sendiri. Contohnya. Kemampuan manusia untuk menciptakan teknologi untuk melindungi dirinya dari pengaruh alam yang buruk.

Pertanyaannya : Betulkah manusia mampu menguasai alam secara teknologi ?

 Back to top