Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kadin dan YBHI Bersihkan Sungai dengan 3000 Liter Cairan Eco Enzyme

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kadin dan YBHI Bersihkan Sungai dengan 3000 Liter Cairan Eco Enzyme

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN – Puluhan relawan yang tergabung dalam Kampung Kadin Sumut dan Yayasan Budaya Hijau Indonesia (YBHI) mengadakan kegiatan pencucian sungai di 6 titik lokasi secara serentak, Sabtu (6/6/2020).

Kegiatan ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan dalam program Kampung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan penyiraman cairan Eco Enzyme dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2020. Sebelumnya kira telah melaksanakan kegiatan berturut-turut sejak tanggal 1 Juni lalu,” ujar Ketua YBHI Bathara Surya Yusuf, Sabtu (6/6/2020).

“Sejak Januari sudah dilakukan kegiatan pelatihan pembuatan eco enzyme, kita bekerja sama dengan Kadin Sumut dan Kadin Sumut menjadi fasilitator nya. Kegiatan ini seperti pada awalnya sudah kita rencanakan bertujuan untuk mencuci sungai dan parit busuk yang ada di Medan,” tambahnya.

Dikatakannya, terdapat enam titik lokasi yang dilakukan penyiraman sebanyak 3000 liter cairan eco enzyme.

Adapun enam titik tersebut yakni Sungai Sei Sikambing, Sungai Deli di tepi Avros, Sungai Sei Belawan, Sungai Simpang Barat, Sungai Deli, dan Sungai Babura Kota Medan.

Sebelumnya, fasilitator pelatihan pembuatan Eco Enzyme mengatakan di masing-masing Kampung Kadin diperkirakan akan selesai proses fermentasi pada bulan Juni ini. Namun sejak April lalu juga sudah ada Eco Enzyme yang dipanen.

“Pada 22 April kita memperingati Hari Bumi dan lakukan penyiraman Eco Enzyme di parit busuk. Kali ini kita lakukan program lanjutannya bertepatan dengan hari Lingkungan Hidup Sedunia,” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Sumut bidang Good Corporate Governance (GCG), Corporate Social Responsibility (CSR), dan Lingkungan Hidup, Martono mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat eco enzyme dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Kita sudah lakukan di sebanyak 25 titik yakni pelatihan pembuatan eco enzyme dan juga diiringi dengan pelatihan pembuatan arang sehat. Tujuannya adalah mengedukasi masyarakat bahwa eco enzyme memiliki banyak sekali fungsi untuk masyarakat dan yang paling penting adalah berkontribusi untuk mengurangi jumlah sampah organik yang dihasilkan,” ujar Martono.

Dari seluruh 25 titik diadakan Kampung Kadin, terdapat tidak hanya kelurahan tetapi juga institusi pendidikan dan pemerintahan.

Martono menerangkan bahwa sekolah-sekolah ataupun institusi pendidikan menjadi target penting bagi Kampung Kadin karena merupakan tempat belajar formal bagi SDM yang ada di Medan.

“Kita juga melakukan pelatihan ini di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, juga di instansi-instansi pemerintah,” katanya.

“Karena kita memang fokus kepada perbaikan dan pelestarian lingkungan. Kita berharap masyarakat semakin banyak ambil peran dalam hal ini,” ungkapnya.

Martono berharap semakin banyak masyarakat yang menjadi dekat terhadap benyaknya manfaat yang dapat diambil dari eco enzyme.

Selain itu juga dapat mengurangi jumlah limbah organik yang dihasilkan.

“Semoga semakin banyak yang tahu mengenai eco enzyme ini, dan perlahan-lahan kita ubah mindset dan perilaku kita dan masyarakat khususnya di Kota Medan,” katanya.

2+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *