Salah satu kelebihan manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk Tuhan lainnya adalah ke-INGIN TAHU-annya yang sangat dalam terhadap segala sesuatu di alam semesta ini.
Sesuatu yang diketahui oleh manusia itu disebut PENGETAHUAN.
PENGETAHUAN :
  1. Pengetahuan yang diperoleh melalui indera manusia: Pengetahuan Indera.
  2. Pengetahuan diperoleh mengikuti metode dan sistem tertentu serta bersifat universal : Pengetahuan Ilmiah.
  3. Pengetahuan diperoleh melalui perenungan yang sedalam-dalamnya(kontemplasi) sampai kepada hakikat hakikatnya: Pengetahuan Filsafat.
  4. Pengetahuan bersumber dari keyakinan terhadap ajaran suatu agama : Pengetahuan Agama.
Istilah PENGETAHUAN (knowledge) tidaklah sama dengan ILMU, atau sering disebut ILMU PENGETAHUAN (Science).
Menurut Poedjawijatna (1986:4-5), Kebanyakan pengetahuan diperoleh dari PENGALAMAN INDERAWI manusia.
PENGETAHUAN seorang manusia dapat berasal dari PENGALAMANnya sendiri.
ILMU adalah PENGETAHUAN yang memiliki OBJEK, METODE, dan SISTEMATIKA tertentu dan ILMU juga bersifat UNIVERSAL.
Filsafat adalah tempat pertanyaan-pertanyaan dikumpulkan, diterangkan, dan diteruskan. Kalaupun filsafat berhasil memberikan suatu jawaban, bukan berarti pekerjaan filsafat menjadi selesai, karena jawaban-jawaban filsafat tidak pernah abadi, karena itu, filsafat tidak pernah selesai dan tidak pernah sampai pada akhir sebuah masalah, filsafat adalah ilmu tanpa batas.
FILSAFAT :
  1. Bhs Inggeris– Philosophy;
  2. Bhs Perancis– Philosophie;
  3. Bhs Belanda– Filosofie, Wijsbegeerte;
  4. Bhs Latin – Philopsophia;
  5. Bhs Arab – Falsafah, secara etimologis, filsafat/falsafah berasal dari Bhs Yunani, yaitu Philos/filo (cinta) dan sophia/sofia(kebijaksanaan) atau cinta akan kebijaksanaan.
Berikut beberapa pengertian filsafat menurut para ahli yang memiliki pengertian jauh lebih luas dibandingkan dengan pengertian menurut bahasa.
Phytagoras (572 -497 SM) adalah filosof yang pertama kali menggunakan kata filsafat sangat umum, yang intinya adalah mencari keutamaan mental (the pursuit of mental excellence).
Plato (427 – 347 SM) Filsafat itu adalah tidaklah lain dari pengetahuan tentang segala yang ada/kenyataan.
Aristoteles (384 – 322 SM) Filsafat adalah memiliki kewajiban untuk menyelidiki sebab dan asas segala benda. Ia mengatakan filsafat dengan “teologi”.
Cicero ( (106 – 43 SM ) Filsafat adalah seni kehidupan sebagai ibu dari semua seni.
Al Farabi (wafat950 M) Filsafat itu ialah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud/nyata/konkret dan bertujuan menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya.
Thomas Hobbes (1588 – 1679) Filsafat ialah ilmu pengetahuan yang menerangkan perhubungan hasil dan sebab atau sebab dari hasilnya, dan oleh karena itu senantiasa adalah suatu perubahan.
Johann Gotlich Fickte (1762-1814) Filsafat merupakan ilmu dari ilmu-ilmu, yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Filsafat membicarakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu untuk mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.
Imanuel Kant ( 1724 – 1804) Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalanya yaitu: metafisika, etika, agama dan antropologi.
Paul Nartorp (1854 – 1924) Filsafat sebagai ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya.
Harold H. Titus (1979) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis.
ILMU adalah PENGETAHUAN yang metodis, sistematis, dan koheren tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan, sedangkan FILSAFAT adalah PENGETAHUAN yang metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan.
Dapat disimpulkan  bahwa FILSAFAT pun sebenarnya adalah suatu ILMU TANPA BATAS, dikatakan ILMU karena memenuhi syarat-syarat yakni memiliki OBJEK, METODE, dan SISTEMATIKA tertentu, dan terlebih lebih bersifat UNIVERSAL, selain sebagai ILMU, filsafat dapatberarti juga sebagai PANDANGAN HIDUP MANUSIA.
Pandangan Hidup merupakan petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup (manusia), demikian juga TERMINOLOGI filsafat CINA, INDIA, YUNANI, LIBERALISME, PANCASILA adalah terminologi dalam pengertian FILSAFAT sebagai pandangan hidup.
Filsafat dan Ilmu adalah dua kata yang saling terkait, baik secara substansial maupun historis karena kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat.
Sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat.
Filsafat telah berhasil mengubah pola pandangan bangsa Yunani dan Umat manusia dari pandangan MITOSENTRIS (pendekatan berdasarkan cerita/dongeng) MENJADI LOGOSENTRIS (pendekatan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan rasio).
Awalnya BangsaYunani dan bangsa lain didunia beranggapan bahwa semua kejadian di alam ini dipengaruhi oleh para dewa.

CIRI CIRI BERPIKIR FILSAFAT

  1. KRITIS– TANGGAP TERHADAP PERSOALAN YANG BERKEMBANG;
  2. KONSEPTUAL– HASIL KONSTRUKSI PEMIKIRAN;
  3. KOHEREN– RUNTUT, BERURUTAN;
  4. KONSISTEN– BERPIKIR LURUS/TIDAK BERLAWANAN;
  5. KOMPREHENSIF– MENYELURUH;
  6. RADIKAL– SAMPAI KE AKAR PERSOALAN;
  7. REFLEKTIF– MENCERMINKAN PENGALAMAN PRIBADI;
  8. RASIONAL – SEJAUH DAPAT DIJANGKAU AKAL MANUSIA;
  9. SISTEMATIS – SALING BERKAITAN;
  10. BEBAS DAN BERTANGGUNG JAWAB;
  11. METODIS– ADA CARA UNTUK MEMPEROLEH KEBENARAN.
Dengan FILSAFAT, pola pikir yang selalu bergantung pada dewa DIUBAH menjadi pola pikir yang tergantung pada RASIO.
Perubahan yang mendasar adalah ditemukannya hukum-hukum alam dan teori-teori ilmiah menjelaskan perubahan yang terjadi, baik di alam jagad raya (makrokosmos) maupun alam manusia (mikrokosmos).
Dari penelitian alam jagad raya bermunculan ilmu astronomi, kosmologi, fisika, kimia, dan sebagainya.
Dari manusia muncul ilmu biologi, psikologi, sosiologi, dan sebagainya.
Ilmu terbagi beberapa disiplin, yang membutuhkan pendekatan, sifat, objek, tujuan, dan ukuran yang berbeda antara disiplin ilmu yang satu dengan yang lain.
Ilmu terspesialisasi semakin menambah sekat sekat antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu yang lain sehingga muncul arogansi kelimuan.
Ilmu untuk menyejahterakan umat manusia, bahkan tidak mustahil awal bencana.
Satu sisi Ilmu berkembang dengan pesat, disisi lain, timbul kekhawatiran yang sangat besar terhadap perkembangan ilmu, karena tidak ada seorangpun atau lembaga yang memiliki otoritas untuk menghambat implikasi negatif dari ilmu.
(John Naisbitt)  Era Informasi menimbulkan gejala mabuk teknologi sehingga Ilmu dan teknologi telah hilangruhnyayang fundamental karena ilmu kemudian mengeliminir peran manusia dan bahkan manusia tanpa sadar menjadi budak ilmu dan teknologi.
Sehingga merupakan tugas FILSAFAT ILMU mengembalikan ruh dan tujuan luhur ILMU agar ilmu tidak menjadi bumerang bagi kehidupan umat manusia. Di sampingitu, salah satu TUJUAN FILSAFAT ILMU adalah untuk mempertegas bahwa ILMU dan TEKNOLOGI adalah INSTRUMEN bukan TUJUAN.
Sumber ILMU yang hakiki adalah dari TUHAN, manusia hanya menemukan sumber itu dan kemudian merekayasanya untuk dijadikan instrumen kehidupan.
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya, sehingga dia tidak hanya bertanggung-jawab kepada sesama manusia, TETAPI juga kepada PENCIPTAnya.